Torajachanel.com, Toraja Utara–Dr. Kristian H.P Lambe ST, MM salah satu Dosen Magister Manajemen turut serta dalam kegiatan Kuliah Umum Program Magister UKI Paulus Makassar yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara. Senin (29/11/21)

Kegiatan Kuliah Umum UKI Paulus Makassar ini juga dihadiri Bupati Toraja Utara “Yohanis Bassang “, “Petrus Ma’na” selaku Ketua Program Magister Manajemen dan puluhan mahasiswa S2 manajemen yang berasal dari Aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak daerah (TKD).

Kristian H.P Lambe dalam kegiatan Kuliah Umum Magister Manajemen UKI Paulus Makassar ini mengambil contoh Bupati Toraja Utara sebagai sosok pemimpin transformatif.

“Menurut saya bahwa Yohanis Bassang (Ombas) adalah sosok pemimpin transformatif. Transformasional adalah sebuah nilai, keyakinan, dan kebutuhan yang mencakup segala upaya perubahan sebagai bentuk perlawanan akan terobosan baru. Memimpin dengan gaya yang unik karena tidak bersifat formal tapi lebih kepada pendekatan tradisional dengan ciri komunikasi yang sederhana, humoris dan sarat makna. “Tutur Kristian”

Lebih lanjut Kristian H.P Lambe menyebutkan bahwa teori kepemimpinan transformasional atau yang sering disebut sebagai kepemimpinan kharismatik adalah sikap kepemimpinan yang menciptakan visi Misi dan lingkungan yang memotivasi para karyawan untuk berprestasi melampaui harapan. sehingga para karyawan akan kagum dan percaya serta hormat pada pimpinannya sehingga termotivasi untuk melakukan hal lebih dari sebelumnya.

Semntara itu Ketua Prodi Manajemen, Dr Petrus Ma’na memaparkan materi tentang Tolak ukur kinerja karyawan dapat diterjemahkan dengan menggunakan metode manajemen kinerja berbasis kearifan lokal.

Filosofi tallu lolona – a’pa’ tauninna, tiga pucuk kehidupan. Ketiga pucuk kehidupan itu meliputi: Manusia (lolo tau), Hewan (lolo patuoan), dan Tanaman (lolo tananan).

Contohnya lolo tau (manusia) erat hubungannya mencerdaskan dan menyehatkan kehidupan sumber daya manusia sebagai leading sektornya adalah Dinas Pendidikan dan Kesehatan.

Lolo patuoan (hewan), bagaimana hewan sebagai sumber kehidupan orang Toraja selain hewan untuk dimakan, hewan juga dipelihara untuk kegiatan budaya adat rambu solo’ dan rambu tuka’. Contohnya sebagai leading sektor adalah Dinas Peternakan dan Perikanan.

Demikian juga halnya Lolo tananan (tumbuhan), sehari-hari orang Toraja bekerja bertani dan berkebun. Sayuran selain untuk dimakan manusia juga dimakan oleh hewan peliharaan. Contonya pada leading aektor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Dinas Tanaman Pangan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here